Dunia Kita
" Mengapa kau tiba begitu lama? " Barangkali begitu tanyamu nanti pada kali pertama jumpa kita. Dalam senang penyambutanmu, pertanyaan itu adalah yang kau pilih. Kau lama menyimpannya dan sekarang pikirmu adalah saat tepat untuk mengajukannya. " Aku kesulitan menemukan diriku. " Kurang lebih begitu jawabku nanti. Sebenarnya kau bisa saja memilih berhenti dan menghindari pembahasan ini. Kau juga bisa saja segera maklum lalu pura-pura mengerti. Tapi ku rasa kau tak akan begitu. Kau akan menunggu jawaban yang dapat membuatmu paham mengapa lama engkau harus menanti. Aku tak mau merusak kesan awal. Kita berdua lama menunggu pertemuan ini. Tak pantas kalau kau telah sesak menahan penasaran. Sebab itu akan ku jawab lebih dulu pada surat ini sehingga tak kau tanyakan lagi nanti. " Dinda, aku, mungkin kau pula sama, sebelum ini telah melalui banyak hal. Mustahil dapat menemukanmu dari sekian banyak kemungkinan jika perihal diri sendiri tak seutuhnya dimengerti. Tak tah...