Patah Hati

Kalau dikira yang paling menyakitkan dari dunia ini adalah saat-saat patah hati, maka aku sepakat. Bagaimana tidak, hati yang terlanjur berharap ternyata tak bersambut inginnya. Bagaimana tak sakit, pada yang disemogakan tertolak kenyataan sebenarnya. Maka jadilah patah hati di antara jenis penyakit manusia. Manusia saja yang mengalaminya. Binatang dan tanaman jelas tak punya pengalaman. 

Dinda, maaf lama menunda pertemuan dan maaf pula memulakannya dengan bahasan tak seberapa mengenakkan tentang Patah Hati. 

Dinda, kalau sedang kau rasai patah hati, maka ketahuilah kalau itu tak selamanya. Saja kau jumpai yang baru akan segera berubah suasana rasa. Begitulah manusia. Seremeh itu berganti perasaannya. Perih dan kecewa yang semula menjadi gulma lekas tertutupi oleh rindang bayang pucuk harap yang baru disemai takdir. Rapal-rapal putus asa dan air mata susut lalu berganti dengan rangkaian kata semoga dan doa-doa. Kalaulah dulu mendung dan guruh dikira menambahi ornamen dukamu, maka kini kau akan membacanya sebagai pertanda hujan akan turun untuk menyiram harapanmu yang baru ditabur itu.

Dinda, kala kau tengah patah hati itu janganlah terlalu. Jangan kau merasa seolah tak berdaya sama sekali. Tak punya kuasa atas apapun sehingga kau pikir pasrah dan menyerah adalah cara menyikapinya. Padahal sakit hati itu sementara saja, Dinda. Kau bisa pulih dan bahkan lebih cepat dari yang dikira kalau saja kau sadar jika sekalipun kau sedih dan murung dunia tetap berjalan sebagaimana adanya. Jadi, apa gunanya berlama-lama merasakan pedih sendiri? Nikmati pedih dan kecewa sekedarnya lalu segeralah bangkit dan teruskan perjalanan menemukan harapan baru. Dataran dunia ini luas dan masih banyak pojoknya yang belum kau jelajah. Sayang bila kau memilih meringkuk di sudut kecil sebab sempitnya pikiran.

Dinda, kau tahu apa yang paling menyakitkan dari peristiwa patah hati itu? Benar dikecewakan yang dicintai itu sakit, tapi telah membuat kecewa kecintaan adalah sakit yang sebenarnya. Patah hati pada diri sendiri adalah puncaknya patah hati. Menyadari bahwa atas kepercayaan, kasih yang tulus, dan segala pengorbanan seorang yang dicintai telah ditukar dengan khianat sendiri membuat perih tak terkira. Maka itu jagalah baik-baik diri agar tak membuat patah hati yang demikian sehingga tak membuat sesal tak berkesudahan kemudian. 

Komentar

  1. I thought finding Dinda's story was closed, since you found Dinda already. But yet, it's not. and please keep write it.

    BalasHapus
  2. Butuh waktu untuk menyadari dan menikmati rasa patah hati dan sungguh memang down banget saat harapan tak sesuai dengan keadaan makanya kembali kepada-Nya itu pengobat sesungguhnya,

    Ditungguuuuu cerita selanjutnyaaaaaa☺️

    BalasHapus
  3. Selamat karena sudah menemukan 'dinda' mu kak dona. Barakallah fiik, semoga senantiasa sakinah mawaddah warahmah 🤲

    BalasHapus

Posting Komentar