Ruang Tunggu

Di antara banyak cara menghabiskan waktu adalah dengan berbincang denganmu. Aku lupa ini surat yang ke berapa, tapi sudah banyak baris kata yang ku tutur padamu. Macam-macam cerita telah ku bagi dalam beragam suasana. Selalu sama, surat ini satu arah. Aku tak berharap kau balas, cukup kau baca lalu jumpai aku baik-baik saja.

Dinda, dalam waktu yang tak sedikit aku telah jatuh padamu. Aku bahagia saat kau menyimak surat-suratku dan mendekapnya dalam rindu. Aku senang kau bersabar dan tak menggebu sebab kau tahu perjumpaan bukan akhir melainkan awal yang membuka jalan panjang perjuangan. Yang menggembirakan kala perjumpaan selain aku mendapatimu dan kau mendapatiku adalah menemukan jika kita tak lagi di ruang tunggu. 

Dinda, tentang ruang tunggu yang kita masih berada di dalamnya, berhati-hatilah. Tak sedikit yang menunggu dengan curang hingga berakhir malang. Satu yang mesti dipunyai saat menunggu, kesabaran. Menjadi sabar bukan berarti tak berupaya, tak bergerak, dan pasif. Sabar itu bukan mematikan fungsi, ia menuntut berlaku sesuai perintah. Dalam ruang tunggu berlaku tertib adalah aturannya. Tunggulah sesuai aturan. Jika giliran sudah tiba, majulah dan sibak tabir itu segera agar keluar dengan suka cita.


Komentar