Sapaan Pagi
Halo Dinda,
Pagi hari di sini. Aku baru menuntaskan sholat. Shaf-shaf masih renggang sebab pandemi belum mereda, konon kian bertambah bertambah. Semogalah Allah mengangkat wabah ini segera dan kembali memberi hidup sejahtera kepada kita semua.
Dinda, masa lepas mengucap salam pada akhir sholat tadi, dari celah-celah teralis jendela masjid aku nampak gelapnya malam. Aku jauh merenung kemudian. Bertanya dalam hati sendiri, mau kemanakah aku membawa hidup ini? Lepas satu petualangan kepada petualangan yang lain. Akan kemanakah aku menuju setalah yang ini? Di tengah-tengah itu, di sudut hatiku seolah menjawab sendiri pertanyaan itu. Katanya, "Ke mana saja asal ada rahmat Allah di sana."
Menggenanglah air mata. Payahlah menyembunyikannya dari jama'ah sembayang yang satu dua masih tersisa. Aku tetiba menjadi haru. Betapalah Allah mengasihiku. Betapa teduhnya cinta itu. Adakah kau pernah merasakannya pula, Dinda? Kalau teringat akan banyaknya dosa yang telah dibuat, rasanya tak padanlah dengan apa yang diberi Allah ini.
Semoga Allah merahmatimu, Dinda. Mulakanlah tiap-tiap hari yang akan kau mulai dengan mengucap syukur. Selamat pagi, Dinda.
Komentar
Posting Komentar