Aku Bukan Bung Hatta
Selamat sore, Dinda. Maaf lama tak berkabar. Barangkali telah ada seminggu sejak terakhir aku bersurat padamu. Padahal ada banyak momen penting di satu minggu itu, misal saja hari kemerdekaan bangsa yang ke-76. Sekalipun semua orang merayakannya, tapi aku tidak untuk berbincang tentang itu denganmu sore ini. Aku hendak mengaku sesuatu padamu. Dinda, dua hari lepas aku dinas luar kota. Judulnya adalah rapat untuk keperluan tempatku bekerja. Satu Hari satu malam kami diinapkan di sebuah hotel bagus di kawasan berbukit sekitar satu setengah jam dari tempatku bekerja. Tiba di sana sudah pukul dua petang karena memang berangkatnya selepas salat zuhur. Di sambut panitia, kami dituntun ke ruang pertemuan dan mendapati cukup ramai sesama tamu yang telah datang. Waktu itu rapat belum di mulai. Kurang lebih satu jam kemudian barulah acara dibuka ala kadarnya. Tampak jelas tidak disiapkan dengan baik. Beberapa orang maju ke depan lalu menyampaikan materi. Satu dua orang di barisan belakang m...