Sampai Jumpa
"Dinda, tidakkah kau mau tahu apa yang ku minati darimu?"
Tidaklah mungkin menyukai sesuatu tanpa alasan. Begitu pula aku menyukaimu; ada rentetan karena setelahnya. Aku tak akan mengaku dua kali. Selain itu membuatku malu, pula agar kau tak besar kepala. Haha... Dengarlah!
Dinda, kau seorang penyayang yang bertindak. Kasihmu tak hanya berupa kalimat kasihan; kau mengambil sikap agar yang kau kasihani itu berdaya segera. Aku suka kau yang tak diam, tapi terus bergerak dan berpihak pada apa yang kau hitung benar dan baik.
Dinda, kau seorang cerdas yang berani. Kau paham kalau menjadi pintar saja tak cukup untuk mewujudkan misi. Perlu keberanian melantangkan gagasan-gagasan cemerlang. Kalaulah ada ragu dan khawatir, kau yang cerdas tidak lantas putus asa, melainkan bersiasat agar tujuan tetap dapat dicapai.
Dinda, kau perempuan yang sadar keunggulanmu. Alih-alih bersikap kerdil menggerutui keterbatasanmu yang perempuan, kau mengambil untung dari itu. Kau dengan anggun menenangkan badai yang tak dapat ditenangkan lelaki; kau menaklukkan samudera masalah dengan sabar dan besar hati, yang seringkali lelaki sepertiku gagal melakukannya; kau yang pandai merayu, merayuku agar terus berjalan lurus.
Dinda, dapat menemukan seorang sepertimu adalah keberuntungan. Kalau akhirnya nanti kita bertemu, maka jadilah itu peruntungan seumur hidupku.
"Sampai jumpa, Dinda!"

Assalamualaikum. Terima kasih ya tulisan- tulisanmu di blog yang tak sengaja kutemukan ini sudah lebih dari satu kali menjadi pelipur lara saat duniaku sedang tidak baik- baik saja. Semoga Allah hadiahkan pahala dan segera bertemu dengan si dinda.
BalasHapusI really wish a type of man like you were here, in my town.
BalasHapusMakasih untuk tulisannya yg luar biasa kawan
BalasHapusSweet
BalasHapus