Lamunan
Pada malam ini aku akan bersajak. Sebait-dua bait bolehlah. Sekedar pembuka bicara setelah lama tidak bersua. Aku hendak berkhayal tentang kita. Betul hanya berdua saja. Aku akan merayu dan kau perlu bersiap. Agar tak jauh terbawa hingga lupa jarak perantara.
Dinda, kau sungguh ku suka. Entah mengapa, tapi hatiku tertentu padamu saja.
Dinda, padamu aku senang. Cuma padamu seorang. Kau yang bila terkenang membuatku tak dapat tenang. Gemuruh semangat hendak berjumpa.
Dinda, aku tak peduli rasamu. Tentangku adalah segala-galanya. Begitu aturannya. Kalau tak demikian, maka padam saja api sebelum didelik mata tujuan.
Dinda, sebagai pejuang, menyerah tak sama sekali masuk pilihan. Tak surut langkah sebelum sampai rasa menjadi kata. Urusan harap tak bersambut taklah mengapa. Biasa saja. Bagianku menyampaikan dan kau membuat keputusan.
Dinda, kalau kau ragu. Kau punya waktu pikir-pikir. Aku siaga menunggu.

Komentar
Posting Komentar