Apel Layu
Sore ini Bapak sengaja pulang tepat waktu, nak. Belakangan ini Bapak sering rindu dan ingin segera menjumpaimu. Setelah menumpang kawan dengan sepeda motornya ke stasiun, Bapak meneruskan perjalanan pulang dengan komuter lalu disambung naik angkutan kota dan turun di depan masjid. Dari sana sebentar jalan kaki ke arah gang sempit di Jalan Sayuti Satu. Rumah baris kedua itulah kontrakan sederhana kita. Setibanya di depan pintu Bapak mendapati dua pasang sendal kecil. Langsung bisa ditebak siapa tamu sore ini. Lepas mengucap salam, Bapak membuka pintu dan benar saja dua gadis kecil tetangga sekitar sedang riuh bermain denganmu di ruang tamu. Mereka jadi teman paling rutin yang mengunjungimu. Jadwalnya sore begini kalau hari sekolah dan ditambah pagi sekitar pukul sembilan di akhir pekan. Ibu menyambut dan dua temanmu itu menyalami Bapak bergantian sementara kau tak bergeming. Kau sibuk menjilati jari sendiri. Biasanya itu ancang-ancang sebelum pecah tangis minta susu. Ibumu yang san...