Perihal Bangga
Dinda, apa kabar? Aku baik-baik saja dan semoga kau pula. Sabtu pagi dengan gerimis di sini. Rencana mencuci pakaian ku undur saja dulu. Aku sebenarnya juga sedang menunggu datang seorang kawan. Ia mengabariku kemarin pagi akan berkunjung ke sini. Dulu kami sama-sama sekolah di sini dan sekarang ia telah mengajar di kampus. Bangga juga saya punya kawan hebat begini. Eh, omong-omong soal bangga, aku ingin cerita tentang bangga versiku. Menurutku kau perlu tahu soal ini. Selain agar kau tak salah tafsir tentangku, juga supaya kau punya kesempatan mengukur keyakinan padaku. Dinda, ketika di sekolah menengah pertama, di kelas tujuh seingatku, guru matematika kami menjelaskan dua cara untuk menyelesaikan satu soal. Yang pertama adalah cara yang sederhana dan singkat untuk mendapat jawaban, sedangkan yang satunya lagi lebih panjang dan rumit. Lalu kami diberi satu soal latihan untuk dikerjakan. Selang beberapa menit guru bertanya apa jawabannya. Hampir semua murid meneriakkan jawaban mereka....