Dua Pinta
Halo Dinda. Apa kabarmu? Aku menulis surat ini dari kantor. Ada sedikit waktu sebelum mulai bekerja. Ini hari Senin dan aku sengaja datang lebih pagi. Selain karena menghindari macet, adalah pula sebab hendak menikmati beberapa waktu sendiri di ruang kerja yang sebentar lagi akan ditinggalkan. Dinda, aku mau bercerita padamu. Perihal ibuku. Minggu lalu Bapak menelponku pagi-pagi dan menyebut kalau Ibu sakit. Jarang ada berita sakit dalam keluargaku sebab kalau bukan betul-betul tak dapat tertahankan lagi tidak akan diaku sakit itu. Karenanya sekali kabar itu tersiar, artinya patut khawatir. Semula, rencananya sebelum pulang ke rumah, aku akan singgah ke beberapa tempat. Menjumpai beberapa kawan lama dan bertukar cerita terkini. Apalah daya kabar itu menyusul lebih dahulu. Agaknya jadwal yang sudah tersusun harus disusun ulang dengan memajukan waktu pulang. Pagi-petang ku telpon ke rumah untuk memastikan kondisi Ibu membaik. Dua hari lalu Ibu menyebut sudah lebih baik. Aku mau perc...