Aku, Nenek, Ibu, dan Sore
Waktu pulang kemarin aku menyempatkan ke rumah nenek. Ia adalah ibunya ibuku. Rumahnya terhalang 3 atau 4 desa dari desa tempat kami tinggal. Sudah hampir setahun aku tak pulang ke rumah dan tak berjumpa dengan keluarga lengkap di sini. Namun sore ini setelah pulang dari kota aku memutuskan singgah ke rumah nenek. Seporsi martabak kacang-tape ku bawa. Ku harap beliau menyukainya. Aku tiba dan memarkirkan motor di depan rumah. Ku lihat tak ada siapa. Sepertinya Mak Nga, kakak ibuku yang biasa merawat nenek sehari-hari, sedang pulang ke rumahnya. Lalu aku membuka pintu dan mulai masuk ke dalam sambil memanggil nenek. Karena telah sore, ruangan tampak remang. Kemudian di ruang tengah aku melihat nenek. Mendapatinya tengah duduk di atas kursi kayu, menyampingi meja dengen setoples biskuit dan segelas air. Nenek duduk diam di sana. Aku menghampirinya dan menyapanya. Ia diam, sepertinya tak menyadari kehadiranku. Aku lalu mengambil tempat duduk di hadapannya. Lalu ku t...