Cerita Sebelum Tidur
Dinda, apakah kabarmu? Aku lepas menidurkan Ranaa. Ia bukan anak yang cengeng, tak pula rewel. Cukup diajak bernyanyi "ambilkan bulan" dan "bintang kecil" ia terkantuk. Lalu saat matanya telah menutup ku sambung membacakannya qur'an sampai kira-kira ia sudah pulas. Begitulah ritual kami mengakhiri setiap hari sepeninggalmu. Dinda, aku hendak menyampaikan isi hatiku. Sama seperti dulu, semogalah kau mendengarku. Dinda, selepas kau pergi, lazim orang-orang bertanya, " Bagimana kabarmu? " Pertanyaan yang biasa itu bermakna sesuatu dalam suasana ini. Tanya itu tanda kepedulian. Meskipun selalu ku jawab " Alhamdulillah membaik " tapi nyatanya membaik setelah kehilangan taklah seringkas itu. Dalam kasusku sendiri, kehampaan pasca ditinggalkanmu terus membekas, bahkan alih-alih menghilang ia terasa kian menebal. Dinda, aku tak mau berisik. Tak mau menunjuk perasaan begitu. Aku sadar kalau aku bukan yang pertama merasai ini, bukan pula satu-satunya....