Sitorus
Malam, Dinda. Aku sedang rindu. Beberapa peristiwa terjadi dan kau belum di sini. Rindu menjadi candu tak berpenawar. Segala yang disebut dapat menjadi obat hanya ampuh beberapa saat; tak menyembuhkan, sekedar memberi jeda. Dinda, apa kabarmu? Jangan sakit atau terlalu kelelahan. Atur-aturlah waktu dengan bijak. Sisakan waktu untuk istirahat dan makan yang enak-enak. Harus senang agar tak dilahap penyakit. Begitu pula batinmu. Jangan biarkan kosong dan gersang. Penuhi dengan rasa syukur sehingga sedikit mengeluh; banyak-banyak sabar agar semua tampak mudah-mudah saja. Dinda, pada hampir tengah malam ini aku hendak bercerita. Kejadiannya baru saja tadi di warung kopi langganan kami. Kadang-kadang kalau suntuk aku dan beberapa kawan sekerja singgah dahulu untuk bercakap-cakap di sana. Kadang-kdang pula di mulai petang hingga menjelang tengah malam. Begitulah kami kadang-kadangnya. Tadi aku datang menyusul ke sana. Semula kami bertiga dalam rencana, namun aku datang terla...