Pesan Pendek
Dinda dalam surat yang pendek ini, dengarkan aku!
Pada hidupmu hendaklah tentukan tujuan.
Pada hidupmu jangan menjadi seperti sepotong kayu di tengah lautan. Terombang-ambing tak tentu arah. Naik dan tenggelam oleh gelombang. Hanyut saja menurut arus kemana membawa.
Dinda, pada hidupmu jadilah sebuah kapal. Tahu ke mana akan dituju. Paham alasan meninggalkan daratan dan ke dermaga mana akan berlabuh. Kala kapal telah melepas jangkar, maka telah matang perhitungannya. Kapal tak berangkat tanpa persiapan. Mesti telah dikiranya berapa lama perjalanan dan adakah bekal mencukupi hingga sampai di tujuan.
Dinda, jadilah seperti kapal. Layari hidup ini dengan satu misi. Maka kala bertemu dengan gelombang badai pada gelap gulita malam, kau terus mengarah pasti. Dinda, kalaupun sangat dahsyat terjangan ombak itu sampai memecahkan lambung kapalmu, maka tenggelam tak masalah. Tak akan disesali nasib itu sebab sampai terakhir kau nyata terus setia berjalan pada tujuan semula.
Dinda, alangkah baiknya kalau tujuanmu itu adalah Allah. Tak apa sekalipun tak pernah mencapai tanah daratan. Tenggelam di dasar lautan lebih baik sebab akan disambut surga yang dijanjikan.

It really is well written; simple yet profound.
BalasHapusSemoga surat nya tersampaikan. Selalu konsisten untuk surat nya.
BalasHapus