Dua Draf Artikel



Dalam dua draf artikel berhalaman dua puluhan lembar masing-masing itu ada dua belas bulan hidupku. Dimulai pada bulan Mei. Aku ingat sebab aku memberi tanda padanya. Waktu itu ku beritahu diriku, “Kau suka kau pilih. Kau pilih berlandas timbang manfaat-mudharat. Lepas kau pilih, yang dimulai tak boleh tak selesai”. Membara lagi semangat itu kalau kuingat-ingat lagi tekad itu. "Kok lama?" tanyamu. "Sebab bercampur malas, hari libur, kecewa, dan asmara. hahahaa", jawabku. “Memanglah yang digelari tekad itu mesti diuji, tak hanya lekat di mulut.” Lalu kau bertanya lagi, "bagaimana sekarang? Sudah selesai?" "Belum. Ternyata aku memilih masalah yang bersambung-sambung. Mujurnya aku menikmatinya.Kau sempat diam. Lalu lanjut bertanya, "kapan selesainya?" Sekarang aku yang terjeda diam. Agak panjang darimu sebelumnya. Lalu ku angkat suara, "belum tahu. Ku harap segera." Sekarang kita berdua terdiam. Dariku ada rasa khawatir. Tapi ku pikir kau harus tahu jawabannya. Ini akan menjelaskan tentang siapa yang akan kau bersamai. Tentang darimu aku masih tak tahu, adakah kau tinggal atau pergi. 

Komentar