Ruang Baru

Hai Dinda,

Ini ruang baru kita. Belum tertata rapi, tapi akan kukerjakan perlahan agar nyaman ditinggali. 

Sekarang pagi hari di sini. Udara sedikit dingin. Kurasa akan turun hujan. Bagaimana kabarmu di sana? Apakah semuanya baik-baik saja? Semoga demikian. Kalaupun tidak, kau selalu punya Tuhan untuk mencari harapan dan pertolongan.

Dinda, di awal tahun ini aku tiba-tiba ingat seseorang. Putri namanya. Sempat beberapa hari lalu kuberitahu kau tentangnya. Ia mengambil peran tentang terhubungnya kita. Aku ingat suatu hari tak sengaja mampir ke tempatnya. Ia tengah pergi, namun ruangannya tak kosong. Bercampur di sana cerita dan puisi. Kubaca lembar demi lembar dan dapat kurasai apa yang ia rasa serta kudapati baris kata itu ternyata bernada. Sejak itu aku sering berkunjung. Ia tak tahu bahkan hingga hari ini. 

Kini aku pula telah punya ruangan sendiri. Meskipun tak semacam miliknya yang sudah tentu lebih indah, tapi aku telah punya sendiri, ruang ini.

Dinda, baiknya lepas hatimu tak lagi cemburu kau sapalah ia. Ucap terima kasih. Sebab ia, aku dan kau duduk dalam satu ruang tunggu.

Komentar

Posting Komentar