Dua Cerita Untukmu
Dinda, Ramadhan tahun ini hampir usai. Akankah aku bertemu ia lagi tahun depan? Wajar pertanyaan itu sebab sebagaimana engkau begitu juga aku. Jika tahun lalu kau masih mendapatinya tetapi tidak di tahun ini, maka sangat mungkin perjumpaanku tahun ini tak lagi terulang pada tahun mendatang. Pikiran demikian bukanlah pikiran pesimis, justru sebaliknya, berpikir begitu memacu diri agar lebih gesit membuat manfaat daripada berlaku sia-sia. Dinda, semoga Tuhan merahmatimu. Dinda, aku punya dua potong cerita yang hendak ku bagi padamu yang ku selipkan pada surat ini. Aku tak pasti kau membacanya. Tak mengapa jika memang tidak. Anggaplah sebagai catatanku saja dan upaya pengurai rindu. Dinda, cerita pertama tentang akhir pekan lalu. Jum'at malam aku tiba di rumah ibu. Ranaa sudah seminggu di sana. Ikut neneknya yang harus pulang dulu karena keperluan mengurus panen padi. Melihatku sampai, bapak segera memanggil Ranaa dan bilang kalau bapaknya datang. Ia berlari keluar, menghamburkan mai...