Patah Hati
Kalau dikira yang paling menyakitkan dari dunia ini adalah saat-saat patah hati, maka aku sepakat. Bagaimana tidak, hati yang terlanjur berharap ternyata tak bersambut inginnya. Bagaimana tak sakit, pada yang disemogakan tertolak kenyataan sebenarnya. Maka jadilah patah hati di antara jenis penyakit manusia. Manusia saja yang mengalaminya. Binatang dan tanaman jelas tak punya pengalaman. Dinda, maaf lama menunda pertemuan dan maaf pula memulakannya dengan bahasan tak seberapa mengenakkan tentang Patah Hati. Dinda, kalau sedang kau rasai patah hati, maka ketahuilah kalau itu tak selamanya. Saja kau jumpai yang baru akan segera berubah suasana rasa. Begitulah manusia. Seremeh itu berganti perasaannya. Perih dan kecewa yang semula menjadi gulma lekas tertutupi oleh rindang bayang pucuk harap yang baru disemai takdir. Rapal-rapal putus asa dan air mata susut lalu berganti dengan rangkaian kata semoga dan doa-doa. Kalaulah dulu mendung dan guruh dikira menambahi ornamen dukamu, m...