Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Tawakal

Gambar
Dinda, kau pernah patah hati? Kalau aku pernah. Malu mengaku tapi ku rasa kau perlu tahu. Kau perlu tahu kalau aku tak sekuat itu; tak setegar yang kau dengar dari orang-orang.  Dinda, aku malu mengaku lagi tapi aku ini pengecut juga. Ingin mengecap manis tapi tak siap merasa pahit. Berhasrat pada bahagia tapi enggan merasa derita. Padahal khatam kajiku kalau tak ada tikungan tak berbalas, tak ada lereng selalu melainkan tanjakan di muka telah menunggu.  Dinda, kini kau tahu lelaki macam apa aku ini dan sebab kau sudah tahu yang itu, maka akan ku beritahu juga kau yang ini.  Dinda, sekalipun lara mengancam agar tak lagi bertaruh nasib, tapi aku ini jenis manusia nekat. Nekatlah yang membabat ragu. Nekat menjemput berani lalu mewujud jadi kata dan tingkah. Maka meski tahu tinggi jalan menanjak, ku daki jua atas yakin melihat padang bunga di sebaliknya; meski beribu kelokan tajam, ku tempuh juga bila mengarah pada tujuan yang lama didamba.  Dahulu nekadku adalah pertar...

Kunjungan Akhir Pekan

Dinda, apa kabarmu? Semuanya aman? Insya Allah selama kau bersama Tuhan, semua akan aman. Tak usah khawatirkan yang sedang terjadi sekarang. Serahkan saja pada jalannya Tuhan, maka semua akan menjadi yang semestinya.  Dinda, pagi tadi lepas menyelesaikan semua hutang tugas Jum'at lalu, aku dihubungi seorang kawan. Ia bertanya apakah boleh mampir ke tempatku hari ini. Aku menjawab tentu saja boleh. Sudah lama memang kami tak saling jumpa. Terakhir dua tahun lalu di hari wisudaku, sekitar sebulan sebelum pandemi. Maka kala ia mengajak bersua tentulah aku menyambutnya dengan senang hati. Ini akan menjadi kunjungan akhir pekan yang menyenangkan. Selesai sembayang Dzuhur benar saja ia tiba. Usai berbasa-basi saling bertanya kabar dan kegiatan, maka selanjutnya diteruskan dengan percakapan intim kawan lama. Ia mulai dengan mengeluhkan studinya yang belum selesai. Banyak kendala katanya, ini dan itu. Aku menabahinya dan menyuruhnya agar tak lekas putus asa. Lalu ia membuka pembahasan baru...

Kalau Jatuh Cinta

Gambar
Apa hal paling membahagiakan dari peristiwa jatuh cinta? Mungkin beragam ekspresi bisa dituduh sebagai ungkapan untuk yang disebut cinta itu. Tapi aku punya jawaban sendiri yang ingin ku alami sendiri.  Kalau aku jatuh cinta, aku ingin berpantun dalam doa untuk satu keinginan yang belum kesampaian. Menurutku itu puncaknya romantisme.  Kalau aku jatuh cinta, aku akan jatuh cinta pada cara kita yang berhasil membuat hal-hal serius diobrolkan dengan ringan tanpa meremehkan. Kalau aku jatuh cinta, aku ingin melihat cinta itu tak bertahan dalam fisik dan materi. Cinta kita semangat membangunkan kebaikan-kebaikan yang melampaui dunia yang ini.  Kalau aku jatuh cinta, aku ingin jatuh cinta padamu, saja.